TAUFIK AKBAR HASIBUAN

Guru Alif alif adalah sebutan untuk para guru yang mengajari baca Tulis Alquran. Belajar untuk terus menjadi manusia yang berguna bagi orang lain. Saat ini akti...

Selengkapnya
Navigasi Web
Instruktur K13 Apa Kabarmu?
Omak Omak In On

Instruktur K13 Apa Kabarmu?

Instruktur K13 Apa Kabarmu?

Tantangan Menulis Hari Ke 22

#TantanganGurusiana

Masih ingat istilah In On?

Pastinya anda ingat betul, apalagi sekolah anda adalah sekolah claster. Atau barangkali anda seorang instruktur Kabupaten, atau Provinsi, jangan jangan anda adalah senior kita sebagai instruktur Nasional. Program yang dirancang melatih guru guru diseluruh pelosok nusantara untuk menjadi tutor di Kabupatennya masing masing. Tugasnya melatih para guru guru disekolah untuk bisa memahami cara dan teknis pembuatan perangkat pembelajaran K13. Maka diistilahkan program ini dengan nama In On.

Secara teknis program ini berjalan mulus, penulis sendiri didapuk (entah dari mana penilaannya) menjadi salah seorang instruktur Kabupaten sesuai mata pelajaran yang kami ampu, yakni Pendidikan Agama Islam. Hal ini di Legalkan dengan keluarnya sertifikat instruktur yang langsung di keluarkan oleh Menteri Pendidikan kala itu Prof. Dr. Anies Baswedan, yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta, menjabar menteri kurang Lebih 1,5 tahun.

Mungkin senasib dengan perancangnya, nasib In On pun tidak berumur panjang. Apakah karena sudah memahami dan bisa mengaplikasikannya disekolah sekolah. Atau kehabisan anggaran kami sendiri kurang memahaminya. Faktanya persoalan perangkat pembelajaran masih terus menjadi momok yang menakutkan bagi para guru guru. Apalagi menjelang pencairan TPG, semua akan sibuk, syukurlah mungkin berbagi rizki dengan Jasa Fotokopi, atau Spesialis Copy Paste.

Hal ini bisa kita lihat, (coba buktikan!) Ketik diperambah pencarian Google. Maka akan muncul ratusan bahkan ribuan, pedangan perangkat pembelajaran, versis seperti Toko online yang menyediakan segala keperluan, tinggal klik, transfer barang siap diantar. Mungkin ini juga , jadi Alasan Presiden Jokowi mengangkat Nadiem Makarim Sebagai menteri pendidikan, agar membantu guru guru dalam proses pengiriman Hardward Perangkat Pembelajaran lewat Gojek.

Jika anda salah satu pedagang, kami sarankan jangan coba coba membuka lapak digroup Fb Media Guru. Tampan ampun dagangan anda akan diobrak abrik sampai habis, bahkan paling sadis didepak dari group jika terus membandel. Kejadian ini sudah sering terjadi, lagi lagi penjaga gawang tak mau kecolongan. Penonnton pun tak mau diam, jika melihat peluang untuk menggolkan langsung lapor admin maka urusan selesai.

Lantas!!!

Bagaimana kabarnya para instruktur? Setahu kami program ini mulai 2015 dan wafat 2017 (innalillahi wainna ilaihi rojiun). Tidak ada lagi kabarnya, bahkan proposal In On masih ada sayang, tak kunjung menemui Tuannya. Ini juga alasan guru guru kita gagal bisa membuat sendiri perangkat pembelajarannya.

Foto di atas adalah Emak emak guru PAI saat melaksanakan On disalah satu claster di SMP. menurut pengakuan mereka sendiri, hingga hari ini belum juga bisa membuat perangkat pembelajaran K13. Maka solusi yang mereka dapatkan ketika pengumpulan perangkat pembelajaran oleh Bidang PAIS Kemenag, tiada lain selain via online. Alasannya cukup sederhana program yang dijalankan kemarin belum maksimal membantu guru guru membuat perangkat pembelajaran mereka sendiri.

Saat ini muncul lagi program baru, Merdeka belajar, meskipun sesungguhnya adalah merdeka mengajar. Apalagi perangkat pembelajaran telah dirampingkan menjadi satu lembar (meski belum jelas formatnya). Namanya yang baru tentu butuh sosialisasi lagi, butuh dana lagi, butuh proses lagi terlebih butuh waktu untuk menseragamkannya seluruh Indonesia. Maka sangat tepat "Merdeka Mengajar" sebagai solusinya.

Guru hebat itu adalah guru yang berusaha untuk menambah kompetensinya terus menerus, spritual, sosial dan personal!!!

Sampai jumpa lagi omak omak!!!!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

search