TAUFIK AKBAR HASIBUAN

Guru Alif alif adalah sebutan untuk para guru yang mengajari baca Tulis Alquran. Belajar untuk terus menjadi manusia yang berguna bagi orang lain. Saat ini akti...

Selengkapnya
Navigasi Web
Makna Jempol
Jempolku Untuk Semua Yang Baca

Makna Jempol

Makna Jempol

Tantangan Menulis Hari ke 27

#TantanganGurusiana

Anda tau Jari Jempol kan?

Pastinya kita semua sudah pada kenal betul dengan "Jempol". Bukan hanya orang dewasa, anak anak sekalipun sudah kenal betul dengan Ibu Jari yang bernama Jempol. Kata jempol berasal dari bahasa Jawa, yang sudah di Indonesia-kan dengan arti (Ibu Jari Tangan dan Kaki). Jari jempol sudah menjadi bahasa isyarat bagi kehidupan manusia secara umum, bukan hanya berlaku di Indonesia saja namun jempol Berlaku diseluruh dunia. Contoh sederhana dalam media sosial (Facebook, Wa, IG dll).

Ada makna yang dikaitkan dengan Ibu jari bernama Jempol ini, dalam edisi kali ini kita cukupkan tiga saja. Selebihnya silahkan berimprovisasi dech, mencari makna sendiri sendiri, toh nanti bisa jadi bahan tulisan edisi selanjutnya. Soal benar tidaknya nanti kita bahas, selama tidak menyangkut soal SARA, boleh saja dech.

Pertama : Jempol Keatas

Jari jempol keatas, biasa digunakan untuk menyatakan sebagai tanda kebenaran, persetujuan, pujian, dan penghormatan. Hal ini biasa kita lihat dalam kehidupan sehari hari, misalnya dalam bersosial media, jari jempol ke atas sebagai tanda penghormatan, meskipun terkadang itu hanya sebatas basa basi. Paling sering isyarat ini dilkukan ketika saling berjauhan, atau sesuatu hal yang tidak membutuhkan suara, namun membutuhkan persetujuan, maka alternatif pilihan hanya mengacungkan Jari Jempol sebagai tanda persetujuan.

Nah... Jika anda setuju dengan pendapat kami ini, boleh donk kami meminta jempolnya, sekedar tanda setuju saja. Minimal dech, penghargaan atas tulisan tidak karuan kami ini. Bolehkan? Tidak rugi kok, justeru jika anda kasih jempol kami doakan biar anda dapat keberkahan Rizki, Usaha, umur, sehat walafiat, terlebih jika anda masih Jomblo. Kami doakan biar cepat ketemu jodohnya. Aminn allohumma aminn.

Jika anda seorang Guru, mengacungkan jari jempol, atas keberanian siswa tampil kedepan mempersentasikan pelajaran kemarin. Itu sudah lebih dari pada cukup dibandingkan dengan nilai raport yang A atau 90. Coba dech praktekkan, kata ahli psikologi, itu dapat memicu adrenalinnya untuk lebih giat lagi dalam belajar.

Kedua : Jempol Kebawah.

Wah... Ini alamat atau pertanda buruk, jempol kebawah pertanda ketidak setujuan, atau tanda kemarahan, lebih fatal, jempol kebawah bermakna suatu penghinaan atas kelemahan kita. Dan ini menjadi sinyal buruk bagi persahabatan dan persaudaraan, apalagi yang mengacungkan adalah lawan keras kita. Bisa bisa naik darah tinggi jadinya, hati hatilah ketika mengacungkannya. Jika dalam sebuah pertandingan, sekali lagi pertandingan (kompetisi) bukan dalam permusuhan. Mengacungkan Jempol bisa menjadi motivasi untuk yang terbaik, betapa banyak orang sukses karenanya. Sebaliknya menjadi boomerang sendiri bagi pihak lawan jika terlalu menyepelekan simbol ini.

Ketiga : Jempol dilipat

Ketika jempol dilipat, bersamaan dengan seluruh pasukan jari, maka itu alamat yang tidak baik juga, jika seluruh jari telah melindungi Ibu jari maka siap siaplah menerima Pukulan seribu Bayangan (Masih ingat serial WiroSableng ) Tahun 90 an ini menjadi salah satu sinetron paling laris di Indonesia. Jika si ibu jari sudah dalam posisi ini maka namanya bukan jempol lagi, tapi sudah berubah menjadi "Tinju". Maka, waspadalah ketika melihat ini. Tapi boleh juga ini kita gunakan jika hanya bermaksud memukul mental anak didik, tapi ingat Mas Bro!!! Jangan sampai bergerak kekepala Anak bisa bisa anda viral jadinya. Tapi jika ada rencana mau viral, cara ini boleh digunakan, resiko tanggung sendiri.

Terahir: Hati hati menggunaka jempol anda di Android kita, jika dia sudah menyentuh layar alamat seluruh dunia akan mengetahuinya. Atau jika anda seorang penulis hati hatilah menggunakan Jari jempol anda. Jangan asal tekan saja, jika dulu ada pepatah mengatakan " Mulutmu Harimau mu" saat ini telah berevolusi menjadi " Jarimu Harimaumu"

Waspadalah!

Waspadalah!

Waspadalah!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

(y) (y) (y)

10 Feb
Balas
search