TAUFIK AKBAR HASIBUAN

Guru Alif alif adalah sebutan untuk para guru yang mengajari baca Tulis Alquran. Belajar untuk terus menjadi manusia yang berguna bagi orang lain. Saat ini akti...

Selengkapnya
Navigasi Web
Surga Tersembunyi
Danau Tao

Surga Tersembunyi

Surga Tersembunyi

"Potensi yang terlupakan"

Tantangan Menulis Hari ke 25

#TantanganGurusiana

Di era digitalisasi ini, objek wisata ini makin pamiliar di dunia maya. Tidak hanya kalangan muda mudi, tak ketinggalan kalangan orang tua yang sudah berkeluarga, banyak menjadikan objek wisata ini sebagai alternatif pilihan kala libur ataupun di setiap ahir pekan. Meski dengan kondisi yang seadanya, danau ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta panorama alam, dan juga yang hobby foto selfi. Bahkan sebagian komentar dalam akun facebook kami, menyebut ini laksana sungai amazon dibenua Amerika. hmmmm.

Tahun 1986 (menurut cerita masyarakat setempat) objek wisata ini sudah diresmikan oleh Bupati Tapanuli Selatan kala itu.ditandai dengan dilaksanakannya pesta Danau Toa. Seperti Pesta Danau Toba di TOBASA. Entah kenapa belakangan ini, apalagi semenjak dimekarkan menjadi Kabupaten Padang Lawas Utara. Danau ini kehilangan daya magicnya yang memukau mata, kesakralannya seakan ternodai oleh kotaran kotaran lembu yang setiap hari bertengger di pinggiran pinggiran danau, menanti pengembala yang jadi tuannya menghalau mereka pulang kekandang mereka.

Danau Tao, begitulah masyarakat sekitarnya menyebutnya. Terletak diarah barat daya dari Ibukota kecamatan Batang Onang. Jika kita telusuri secara terminologi, Ini adalah pengulangan kata, hanya saja dengan menggunakan Dua Bahasa. Danau dalam Bahasa Indonesia, sedangkan Tao dalam Bahasa Batak. Jadi Danau = Tao (Bahasa Batak). Objek wisata ini kami kenal sejak bangku sekolah di kecamatan ini tepatnya di Pesantren Syekh Ahmad Daud Annaqsyabandi. Objek wisata alam yang butuh keseriusan menanganinya, selain fanorama alam danau, objek wisata ini juga sangat menjanjikan untuk budidaya ikan air tawar di danau. Sebagai sumber penghasilan tambahan bagi penduduk sekitar. yang mungkin juga sebagai penambah APBD Kabupaten Padang Lawas Utara.

Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara, dengan monografi yang berada di daerah perbukitan. Bisa di kategorikan wilayah ini termasuk daerah subur di wilayah kabupaten Padang Lawas Utara. Selain wilayah Subur untuk pertanian hortikultural, juga sangat menjanjikan untuk tanam karet, kopi, Kayu Manis dan lain lain. Hasil alam juga melimpah untuk wilayah ini. Damar, rotan dan juga hasil hutan lainnya, anugerah ini wajib disyukuri, dengan memanfaatkan sumberdaya alam ini untuk kesejahteraan masyarakat. Keseriusan untuk mengelolah Anugerah Tuhan Inilah yang jadi kendala Utama, sehingga potensi alam masih belum bisa dimanfaatkan dengan sebaik baiknya.

Akses infrastruktur menjadi kendala utama menuju objek wisata ini, jalan kampung yang masih tradisional yang jikalau musim hujan sangat sulit dilalui kenderaan roda dua apalagi roda empat. Kebun karet masyarakat dipinggir pinggir jalan menambah suasana semakin asri menuju objek wisata ini. Meski ini bukan satu satunya objek wisata air di kecamatan batang onang, namun danau ini lebih sering dikunjungi oleh masyarakat. Saat ini pengelolaan objek wisata ini masih terkesan asal asalan, bahkan menurut cerita dari masyarakat setempat tidak ada peraturan desa yang dibuat untuk menjadi landasan hukum untuk menjadikan ini sebagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Seperti kita pahami bersama, Salah satu yang menjadikan daerah tersebut maju dan berkembang, tidak lain adalah objek pariwisata yang dikelola dengan baik. Sehingga mengundang wisatawan hadir kedaerah tersebut, sebut saja Bali, Parapat dengan Danau tobanya skala international. Aek sijorni di Tapanuli Selatan, taman Raja Batu di Mandailing. Dan banyak daerah lain. Jika kita telusuri di Batang Onang objek Pariwisata alami begitu banyak, makam Sutan Nasinok Konon panjangnya 12 meter dengan destimasi jasad sudah dilipat 7 kali. hingga orang sekitar menyebutnya Loppit Pitu. Keturunan Harahap Sutan Nasinok, masih terus menjaga dan melestarikan cagar budaya yang bernilai historys ini. Lagi lagi keseriusan Pemda Paluta lah yang menjadi kendala utama untuk mengelola objek wisata sejarah ini. Tidak berapa jauh dari Danau Tao, ada juga danau Yang bernama danau Tasik berada disekitar perkebunan bekas Inhutani Dulunya, yang tidak kalah menariknya dari danau tao itu sendiri.

Dilereng Gugusan Bukit barisan, banyak berdiri Pegunungan tinggi. Dengan jurang jurang menculam, Baik di arah Timur berbatasan dengan kecamatan Padang Bolak Julu. Selatan berbatasan dengan Kecamatan sosopan, yang dulunya menjadi ibukota kecamatan sebelum Batang Onang dimekarkan oleh Tapanuli Selatan, Sosopan sekarang ini masuk kedalam wilayah Kabupaten Padang Lawas. Sedangkan Arah Barat, berbatasan dengan Kota Padangsidimpuan. Utara dengan Kabupaten Tapanuli selatan yakni Sipirok. Salah satu pegunungan yang cukup terjal mereka menyebutnya dengan Tor Sipiramanuk. Dibawahnya mengalir Air Panas, Yang tidak Kalah dengan beberapa objek pemandian air panas diberbagai daerah di Tapanuli Khususnya. Ternyata Paluta juga memiliki ini, selain di daerah Sipiongot. Dihapit oleh beberapa pegunungan menjadikan banyak aliran sungai di kecamatan Batang Onang, namun yang terpanjang dan besar disebut dengan sungai Sihapas. Lagi lagi untuk wisata arung jeram sangat cocok digunakan, belum lagi air terjun, dalam bahasa kampungnya disebut "Sampuran". besar dan kecil. Salah satu yang sudah pernah penulis kunjungi sampuran Aek Litta di hulu sungai Aek Litta.

Soal pendidikan Masyarakat Batang Onang tidak mau kalah, ada 4 Pondok Pesantren, yang berdiri cukup tua yakni sebelum kemerdekaan. Pesantren Darul Ulum Nabundong yang berdiri lebih dulu, dengan tokoh Agama bernama Syekh Ahmad Daud. Seorang ahli falak yang muridnya sudah tersebar di dalam dan luar negeri. Salah satu muridnya yang hingga kini menjadi rujukan soal hisab dan falakiyah adalah Syekh Usman Bin Ahmad. Yang kini menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Ahmad Daud. Selain murid beliau, Syekh Usman bin Ahmad juga adalah Anak kandung Dari Syekh Ahmad Daud. Selain mengajar falakiyah di Pesantren yang beliau pimpin, beliau juga mengajar di Kedah, Selangor Malaysia.

Batang Onang wilayah yang mayoritas Muslim, dengan Pesantren yang cukup banyak. Keragaman Ummat beragama sejak dulu sudah ada, masyarakat Batang Onang cukup toleran terhadap saudara sebangsa meski berbeda Agama. Hingga hari ini, gesekan SARA tidak pernah terjadi. Gereja Di Desa Hatongga Berdiri kokoh, kira kira 1 Km dari pusat Ibukota Kecamatan. hingga Hari ini mereka tetap rukun berdampingan di Bumi Batang onang. Cara pandang masyarakat yang luas ini menjadikan mereka begitu bijak menyikapi perbedaan, seluas areal persawahan yang terbentang hingga ratusan hektar.

Semoga dengan kecanggihan IT di era milenial ini, memudahkan kita untuk menyerap aspirasi dan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Terlebih baru dilantiknya Kadis Pariwisata yang cukup energik, sehingga para Investor baik lokal maupun luar negeri berminat untuk mengembangkan potensi daerah ini. Sehingga Paluta Bisa Paluta Luar Biasa.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Begitulah kira kira pak. Sayang masih perawan.

08 Feb
Balas

Dari ceritanya sepertinya tempatnya indah yah, apalagi kalau datang ke sana langsung bisa menikmati keindahan alamnya .

08 Feb
Balas

Alam kita memang mempesona, bak kepingan dari sorga, bangga lahir di tanah yg katanya ada kolam susu

08 Feb
Balas

Butuh keseriusan menanganinya

08 Feb
search